JoomlaLock.com All4Share.net
Kronologi KPK OTT Ketum PPP Romahurmuziy di Surabaya

sinarjambi.com - Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terkait kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Saat ini Rommy sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya.

"Dalam perkara ini diduga RMY (Romahurmuziy) bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemang yaitu kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Berikut kronologi penangkapan Rommy oleh tim KPK.

Jumat, 15 Maret 2019

07.00 WIB

Tim KPK mendapat informasi bahwa sekitar pukul 07.00 akan ada penyerahan uang dari Muafaq Wirahadi (MFQ) ke Rommy di Hotel Bumi Surabaya. Diduga terjadi penyerahan uang dari Haris Hasanuddin (HRS) kepada Rommy melalui Amin Nuryadin (ANY) yang merupakan asisten Rommy.

07.30 WIB

Setelah itu tim mendapatkan bukti adanya dugaan penyerahan uang. Tim mengamankan Muafaq Wirahadi dan sopirnya bersama Abdul Wahan (AHB) yang merupakan calon DPRD Kabupaten Gresik dari PPP. Mereka diamankan di Hotel Bumi Surabaya.

Dari Muafaq Wirahadi KPK mengamankan uang Rp 17,7 juta dalam amplop putih.

Setelah itu tim mengamankan ANY yang telah memegang sebuah tas kertas tangan dengan logo salah satu bank yang beirisikan uang Rp 50 juta. Selain itu dari ANY juga diamankan uang Rp 70.200.000. Sehingga total uang yang diamankan ANY Rp 120.200.000.

07.50 WIB

Tim mengamankan Rommy di hotel.

08.40 WIB

KPK mengamankan HRS dan uang Rp 18,85 juta

17.00 WIB

KPK mendatangi kantor Kemenag dan melakukan penyegelan sejumlah ruangan diantaranya ruangan Menag dan ruangan Sekjen Kemenag

Total uang yang diamankan tim sebesar Rp 156.758.000.

Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pembeantasan Tindak Pidana Korupsi. (fai/jbr)

Bagikan ke Medsos !
loading...

tnipol

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 22:45
sinarjambi.com - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyediakan ...
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 20:30
sinarjsmbi.com - Dalam upaya melindungi industri otomotif dalam negeri dan pengguna kendaraan, pemerintah Indonesia ...
Post by Redaksi
19 Maret 2019 - 09:08
sinarjambi.com - Setiap partai berusaha memenuhi kuota 30 persen calon legislatif (caleg) perempuan, tapi sampai empat ...
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 17:32
sinarjambi.com - Perampok bidan desa di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya ditangkap. Pelaku atas nama ...
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 21:24
sinarjambi.com - Pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri, mengumumkan 24 nama yang diboyong ke Kualifikasi Piala ...
Post by Redaksi
19 Maret 2019 - 09:45
sinarjambi.com - Kementerian Keuangan memastikan bahwa kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 5% mulai ...