JoomlaLock.com All4Share.net
Kapolda Jambi Ingatkan Penyebar Hoax Penculikan Anak di Medsos
Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis, AS, MH Foto : Rolan - sinarjambi.com

sinarjambi.com - Maraknya isu menyesatkan berupa berita palsu atau hoax penculikan anak di media sosial (medsos), menjadi perhatian serius Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis, AS, MH.

 

Kapolda Jambi menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak resah dan khawatir.

 

"Tidak usah merasa resah, tidak usah takut. Bekerja seperti biasa saja. Anak-anak sekolah tetap diawasi dan normal-normal saja," ujarnya usai jumpa pers pengungkapan kasus 1 kg kokain, di Mapolda Jambi, Selasa (6/11/2018) pagi.

 

Kapolda pun mengingatkan konsekuensi hukum bagi penyebar berita palsu di medsos.

 

"(Penyebaran informasi di medsos) itu ada aturannya. Kalau memang memberikan hal-hal yang negatif atau hoax itukan ada hukumannya," tegas jenderal bintang dua ini.

 

Kepada masyarakat, Kapolda berharap menggunakan medsos dengan baik dan benar.

 

"Gunakan media sosial dengan bijak. Hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan, Saya kira harus dijauhi," pungkas salah satu putera terbaik Jambi asal Batanghari ini.

 

Dilansir dari detik.com, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto memperingatkan masyarakat untuk tidak membuat atau menyebarkan berita hoax. Arief mengatakan pihaknya akan melacak dan menangkap para pelaku hoax.

 

"Yang perlu diingatkan ke masyarakat adalah jangan sekali-sekali membuat atau menyebarkan berita hoax. Apalagi yang menimbulkan keresahan atau fitnah yang merugikan" kata Arief, Jumat (2/11/2018).

 

Arief menyampaikan Polri berkomitmen menindak tegas semua pelaku hoax. Menurutnya, maraknya hoax akan mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

 

"Polri pasti akan melacak dan mengejar serta menangkap pelakunya, karena perilaku seperti ini tidak baik bagi kehidupan sosial masyarakat," tegas dia.

 

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua penyebar hoax tentang maraknya penculikan anak di Jakarta dan sekitarnya. Keduanya adalah W (31) yang sehari-hari bekerja sebagai satpam dan RA (33) yang merupakan sopir pribadi.

 

Kedua pelaku menyebarkan hoax melalui akun Facebook mereka. Mereka mengaku hanya iseng menyebarkan hoax di media sosial.

 

Bareskrim Polri juga menangkap empat penyebar hoax terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan. Penangkapan dilakukan pada 1-2 November 2018.

 

Selanjutnya, Polres Dumai di Riau, (5/11) mengamankan Fetniarti seorang ibu rumah tangga karena menyebar kabar bohong alias hoax. Wanita itu sengaja menulis status di Facebook (FB) tentang penculikan anak.

 

Terbaru, Polisi mengamankan penyebar berita hoax penculikan anak di Makassar. Pelaku berinisial UA dan N, ini ditangkap setelah memposting berita hoax di Facebook tentang penculikan anak.

 

"Ini sudah kita lakukan penyelidikan dan kita sudah dapatkan dua orang atas nama N dan U yaitu satu laki-laki dan satu perempuan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani saat konferensi pers di Mako Polda Sulsel, Selasa (6/11/2018). (Rolan)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 17:42
sinarjambi.com - Setelah sempat mendatangi Gedung DPRD Merangin, sekitar 40 orang mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa ...
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 13:39
sinarjambi.com - BPJS Ketenagakerjaan akan membuka lowongan pekerjaan tahun ini. Lowongan tersebut akan diumumkan dalam ...
Post by Redaksi
08 JanuarI 2019 - 21:21
sinarjambi.com - KPU memastikan surat suara untuk Pemilu 2019 akan diproduksi pada pertengahan Januari. Nantinya surat ...
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 14:39
sinarjambi.com - Warga Magetan tewas bersimbah darah setelah ditusuk menggunakan pisau dapur. Korban diketahui bernama ...
Post by Redaksi
15 JanuarI 2019 - 18:21
sinarjambi.com - Tim Satgas Antimafia Bola memeriksa saksi terkait laporan mantan manajer Perseba Super Bangkalan, ...
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 15:46
sinarjambi.com - Pegawai negeri sipil (PNS) akan segera mendapat kenaikan gaji. Sebab, draft Rancangan Peraturan ...