JoomlaLock.com All4Share.net

paninS

GAPKI Cabang Jambi Gelar Sosialisasi dan Klinik ISPO

sinarjambi.com - Gabungan pengusaha kelapa sawit (Gapki) cabang Jambi menggelar sosialisasi dan klinik ISPO yang berlangsung di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (3/10/2019) pagi. Sosialisasi dan klinik ISPO menghadirkan pembicara utama yakni kepala sekretariat ISPO, R Aziz Hidayat.

 

Sosialisasi dan klinik ISPO dibuka staf ahli Gubernur Jambi, Sri Anggunaini. Tampak hadir kepala dinas perkebunan provinsi Jambi Agusrizal, ketua Gapki cabang Jambi Tidar Bagaskara, Kabid implementasi/Percepatan Gapki pusat Hadi Sugeng Wahyudiono.

 

Dalam sambutan Gubernur Jambi yang dibacakan Sri Anggunaini berharap, pengusaha kelapa sawit agar bergabung dalam wadah Gapki.

 

Gubernur berharap, acara ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan para petani dan para pengusaha komoditi kelapa sawit tentang pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

 

"Saya menilai kegiatan sosialisasi dan klinik ISPO pagi ini memiliki arti dan makna yang sangat strategis dalam konteks pemberdayaan para petani dan pengusaha kelapa sawit untuk dapat melakukan dan mempraktekkan tata cara bercocok tanam kelapa sawit yang baik dan ramah lingkungan."

 

"Pada kesempatan ini juga saya atas nama pemerintah Provinsi Jambi, mengimbau seluruh pengusaha yang ada di provinsi Jambi yang belum menjadi anggota untuk segera mendaftar menjadi Gapki," pinta Gubernur.

 

Gubernur menambahkan, subsektor perkebunan di provinsi Jambi memberikan kontribusi terhadap PDRB domestik regional bruto ke-3 terbesar setelah pertambangan dan penggalian dan perdagangan.

 

Hal tersebut, kata Gubernur, menunjukkan bahwa sektor perkebunan, terutama komoditi kelapa sawit memegang peranan yang penting dan merupakan salah satu andalan perekonomian Provinsi Jambi.

 

"Untuk mempertahankan peranan sub sektor perkebunan dalam perekonomian dan peningkatan pendapatan masyarakat, maka perlu dilakukan berbagai upaya terobosan salah satu di antaranya yaitu dengan menerapkan ISPO," ujar Gubernur.

 

ISPO tambah Gubernur adalah suatu kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian, dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia.

 

Dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca, serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

 

"Pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan subsektor perkebunan yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan penerimaan negara, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas nilai tambah dan daya saing, memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam," ujar Gubernur.

 

Hal senada disampaikan Tidar Bagaskara. Menurutnya, dengan bergabungnya seluruh pengusaha kelapa sawit di Gapki, akan memberikan keuntungan tersendiri. Salah satunya, memudahkan Gapki dalam memaksimalkan hasil produksi dalam hal pemasarannya.

 

Terkait ISPO, Tidar juga menegaskan bahwa, bukan suatu kewajiban tetapi sudah suatu kebutuhan. Tidar pun sedikit menjelaskan keuntungan dari ISPO.

 

"Artinya dia me- recovery perusahaan itu sendiri untuk menjadi lebih baik. Salah satu contoh terhadap penanganan limbah B3. Nah, kalau itu tidak dilakukan, bisa menimbulkan banyak hal sebagai penyakit, berkembang biaknya nyamuk apa segala macam mana kalau itu ditangani dengan baik dan dan lainnya," jelas Tidar kepada wartawan usai pembukaan acara.

 

Dengan kualitas penanganan limbah yang baik dan benar, tambah Tidar, akan menciptakan perusahaan yang sehat, terutama bagi karyawan.

 

"Artinya kesehatan karyawan juga cost-nya bisa lebih rendah. Nah, kalau limbah itu tidak ditangani dengan benar, banyak berefek negatif terhadap lingkungan maupun terhadap kesehatan di dalam semen perusahaan itu sendiri," ujarnya.

 

Persamaan persepsi dan saling mendukung antar pengusaha juga menjadi hal penting yang disampaikan Aziz R Hidayat. Ini karena menurut Aziz, demi kelangsungan bisnis industri sawit di Indonesia.

 

Aziz menambahkan, salah satu yang melatarbelakangi pentingnya ISPO adalah Permentan nomor 11 tahun 2015.

 

"Menurut saya ISPO ini bukan suatu kewajiban, tetapi kebutuhan. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan industri ke depan adalah regulasi. Kita harus diperkuat, sehingga tidak ada satu pun yang bisa melemahkan kita," jelas Aziz dalam sambutannya.

 

Acara diakhiri dengan pemukulan gong oleh Sri Anggunaini, tanda resminya sosialisasi dan klinik ISPO. (Rolan)

Bagikan ke Medsos !

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
18 FebruarI 2020 - 20:46
sinarjambi.com - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Pj.Sekda) Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH, memberikan klarifikasi ...
Post by Redaksi
18 FebruarI 2020 - 19:28
sinarjambi.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri asuransi sampai 2019 lalu masih positif dan ...
Post by Redaksi
08 FebruarI 2020 - 22:24
sinarjambi.com - Toleransi dalam keberagaman, khususnya dalam beragama telah lama terbukti menjadi salah satu pondasi ...
Post by Redaksi
18 FebruarI 2020 - 10:48
sinarjambi.com - Barang Bukti narkotika jenis sabu seberat 15 kg dan 29 Ganja dimusnahkan kerena perkara sudah sampai ...
Post by Redaksi
18 FebruarI 2020 - 08:41
sinarjambi.com - Timnas Indonesia senior belum berlatih taktik selama dibesut Shin Tae-yong. Skuad Garuda terus ...
Post by Redaksi
18 FebruarI 2020 - 18:21
sinarjambi.com - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Barat hadiri pertemuan dalam rangka persiapan ...