JoomlaLock.com All4Share.net
Perang Tarif Dinilai Ikut Picu Polemik Harga Tiket Pesawat

sinarjambi.com - Masyarakat mengeluh harga tiket pesawat mahal. Persoalan ini sedang dibahas pemerintah dan akan diputuskan Senin depan (13/5) di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.

 

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, masalah harga tiket awalnya dipicu perang tarif antar maskapai untuk merebut konsumen. Setelah ditetapkan tarif batas atas dan batas bawah maka harga tiket berubah, namun masyarakat ternyata belum siap.

 

Susiwijono menilai harga tiket pesawat saat ini tidak melanggar ketentuan yang ada karena masih dalam kisaran tarif atas bawah. 

 

"Iya, dulu kan perang harga sehingga harga nggak realistis semuanya," kata Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

 

"Mereka bilang karena persaingan yang dulu harganya nggak wajar, sekarang begitu normal harga tiba-tiba tinggi masyarakatnya yang belum siap menyesuaikan itu," sambungnya.

 

Rencananya, tarif batas atas pesawat akan dipangkas 15%, dan setelah keputusan itu dirilis harga jual tiket pesawat sudah bisa mulai turun.

 

"Ya mestinya harus langsung berdampak, TBa diturunin mau tidak mau selling-nya turun," ungkap dia dilansir detikcom.

 

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan jumlah penumpang domestik angkutan udara dari Januari hingga Maret 2019 (kumulatif) mengalami penurunan 17,66%. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penyebab turunnya jumlah penumpang karena masih mahalnya harga tiket pesawat.

 

Dia menyebut, jumlah penumpang angkutan udara per Maret 2019 sebanyak 6,03 juta, angka itu naik 7,18% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 turun 21,94%.

 

Jumlah penumpang pesawat di Maret 2019 yang berjumlah 6,03 juta orang masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 7,73 juta orang, dan tahun 2017 sebanyak 6,93 juta orang.

 

Penurunan jumlah penumpang angkutan udara pun berdampak pada tingkat penghunian kamar hotel (TPK). BPS mencatat, TPK Maret 2019 mencapai rata-rata 57,10% atau turun 4,21 poin dibandingkan Maret 2018. Sedangkan dibandingkan bulan sebelumnya naik tipis sebesar 0,45 poin. 

(hek/hns)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
17 Agustus 2019 - 21:20
sinarjambi.com - Satu orang pendaki gunung Kerinci atas nama Anggini Putri Anaki (22) dikabarkan mengalami kelelahan ...
Post by Redaksi
17 Agustus 2019 - 14:15
sinarjambi.com - Bank Indonesia meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang ...
Post by Redaksi
09 Agustus 2019 - 10:31
sinarjambi.com - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali melanjutkan pembacaan putusan sengketa Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 ...
Post by Redaksi
16 Agustus 2019 - 10:41
sinarjambi.com - Kepolisian daerah (Polda) Jambi bertindak cepat dan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan ...
Post by Redaksi
17 Agustus 2019 - 12:52
sinarjambi.com - Tim Pelajar Indonesia U-16 Kemenpora RI berhasil mempertahankan gelar juara Boys U-16 Gothia Cup 2019 ...
Post by Redaksi
17 Agustus 2019 - 09:37
sinarjambi.com - “Sumber Daya Manusia Unggul Indoneia Maju”. Pangdam II/SWJ Mayjen TNI Irwan mengingatkan ...