JoomlaLock.com All4Share.net
Saran untuk Pemerintah Agar RI Tak Kekurangan Minyak

sinarjambi.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksi Indonesia dalam 20 tahun ke depan akan kehabisan minyak sebagai sumber energi. Hal itu dikarenakan kebutuhan yang semakin meningkat.

Peneliti INDEF Imaduddin Abdullah mengatakan pemerintah memiliki dua pilihan untuk mencegah kekurangan minyak di dalam negeri. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan produksi energi baru dan terbarukan (EBT).

Dengan adanya EBT, diharapkan ketergantungan terhadap minyak dapat menurun. Kemudian, pilihan selanjutnya adalah impor minyak.

"Opsinya itu meningkatkan produksi EBT-nya atau kalau punya duit banyak dari sektor lain ya untuk impor. Konsumsi sulit ditekan tapi bisa dikurangi (terhadap minyak)," ujar dia dalam diskusi media di Tjikini Lima, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan pemerintah dapat juga mendorong penggunaan transportasi publik hingga percepatan revisi undang-undang (RUU) migas agar investasi bisa terus berjalan.

"Public transportation bagus. Sistem diperkuat untuk investasi juga baik dari UU migas dan dorong EBT migas nggak cukup. Jadi kombinasi supply side dan manajemen side," tutup dia.

Sebagai informasi, produksi minyak dalam negeri yang berkurang dikarenakan saat ini 99% transportasi di Indonesia masih bergantung pada migas. Padahal, ada banyak sumber daya alam lain yang bisa dimanfaatkan.

Transportasi tergantung minyak

Menurut Imaduddin, saat ini transportasi masih memegang kendali utama yang bergantung pada produksi minyak. Bahkan, transportasi di Indonesia 99% menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya.

"Hampir 99% disumbangkan dari bensin atau produk olahan minyak," kata dia dalam diskusi media di Tjikini Lima, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

"Rasio cadangan kita miliki dengan produksi yang kita lakukan. Semakin kecil ratio ini semakin cepat kita akan kehabisan energi tersebut. Jadi kita bisa lihat kalau kecil dalam beberapa tahun datang akan habis," terangnya.

Senada dengan Imaduddin, peneliti INDEF Berly Martawardaya dalam kesempatan yang sama juga memprediksi cadangan minyak Indonesia akan habis dalam 20 tahun ke depan. Hal ini dikarenakan besarnya kebutuhan dibanding angka produksi.

"Dengan cadangan yang ada dan tren konsumsi di masa mendatang itu juga kurang dari 20 tahun akan habis," tutup Berly. (fdl/fdl)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
19 Juni 2019 - 10:31
sinarjambi.com - Rumah sakit (RS) bhayangkara Mayang Mangurai Polda Jambi, Rabu (19/6/2019) pagi diresmikan Kapolri ...
Post by Redaksi
17 Juni 2019 - 10:43
sinarjambi.com - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2019 terkendali dengan struktur yang sehat. ULN ...
Post by Redaksi
19 Juni 2019 - 11:34
sinarjambi.com - Maraknya nama-nama yang berseliweran digadang-gadang maju pemilihan Gubernur (Pulgub) Jambi tahun ...
Post by Redaksi
18 Juni 2019 - 13:21
sinarjambi.com - Tiga Narapidana Rutan Kelas II B Sungai Penuh yang melarikan diri 10 Juni 2019 yang lalu, berhasil ...
Post by Redaksi
18 Juni 2019 - 23:33
sinarjambi.com - Pelatih Timnas basket putra, Wahyu Widayat Jati, meminta agar PP Perbasi segera membuat prioritas ...
Post by Redaksi
18 Juni 2019 - 08:32
sinarjambi.com - Sebagian lokasi di Pekanbaru, Riau, dilanda banjir setelah hujan deras. Seorang ibu rumah tangga (IRT) ...