JoomlaLock.com All4Share.net
Cerita Anak Pendiri Sariwangi saat Perusahaannya Diambil Asing

sinarjambi.com - PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (A.E.A) sedang memasuki masa kelam. Perusahaan yang memproduksi salah satu teh tertua di Indonesia, Sariwangi tersebut dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

 

Dilansir dari detik.com, perusahaan pengolahan teh ini dianggap telah melanggar perjanjian perdamaian soal utang piutang dengan PT Bank ICBC Indonesia.

 

Setelah tagihan kredit utang bermasalah Bank ICBC Indonesia sepakat dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Total utang Sariwangi kepada Bank ICBC Indonesia saat itu mencapai US$ 20.505.166 atau sekitar Rp 309,6 miliar.

 

Melihat ke belakang, Sariwangi sendiri dibangun oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962. Johan bersama perusahaannya kemudian membuat inovasi teh dalam kantong yang dikenal dengan sebutan teh celup.

 

Kemudian pada 1989, Unilever dikabarkan membeli merek Sariwangi. Meski sebagai pemegang merek Sariwangi, Unilever masih mengambil pasokan dari SAEA.

 

Unilever sendiri hanya membeli merek Sariwangi bukan perusahaannya pada 1989. 

 

Kemudian, setelah Johan Alexander Supit meninggal pada 21 November 2015, kursi pucuk pimpinan diteruskan oleh anaknya Andrew Supit. Namun posisi tersebut tak lama diduduki oleh Andrew.

 

Kepada detikFinance, Andrew mengatakan sudah tak lagi menjadi Direktur Utama PT Sariwangi sejak 30 Oktober 2015. Perusahaan tersebut tersebut diambil alih oleh pihak asing, yakni CR AROMA.

 

"Saya sudah tidak menjadi Direktur Utama PT SARIWANGI A.E.A. sejak 30 Oktober 2015 semenjak perusahaan diambil alih oleh perusahaan asing," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

 

Dia mengatakan, perusahaan asing tersebut menguasai 70% dari Sariwangi A.E.A.

 

"Di mana perusahaan asing tersebut menjadi pemilik PT Sariwangi A.E.A. dengan menguasai 70% saham perusahaan," katanya.

 

Setelahnya, pihak keluarga tak lagi ikut terlibat dalam perusahaan tersebut. Keluarga tak lagi terlibat sejak 30 Oktober 2015 lalu.

 

"Kami keluarga sudah tidak pernah lagi involve di perusahaan semenjak 3O Oktober 2015," tuturnya. (fdl/eds)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 17:42
sinarjambi.com - Setelah sempat mendatangi Gedung DPRD Merangin, sekitar 40 orang mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa ...
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 13:39
sinarjambi.com - BPJS Ketenagakerjaan akan membuka lowongan pekerjaan tahun ini. Lowongan tersebut akan diumumkan dalam ...
Post by Redaksi
08 JanuarI 2019 - 21:21
sinarjambi.com - KPU memastikan surat suara untuk Pemilu 2019 akan diproduksi pada pertengahan Januari. Nantinya surat ...
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 14:39
sinarjambi.com - Warga Magetan tewas bersimbah darah setelah ditusuk menggunakan pisau dapur. Korban diketahui bernama ...
Post by Redaksi
15 JanuarI 2019 - 18:21
sinarjambi.com - Tim Satgas Antimafia Bola memeriksa saksi terkait laporan mantan manajer Perseba Super Bangkalan, ...
Post by Redaksi
17 JanuarI 2019 - 15:46
sinarjambi.com - Pegawai negeri sipil (PNS) akan segera mendapat kenaikan gaji. Sebab, draft Rancangan Peraturan ...