JoomlaLock.com All4Share.net
Edy Rahmayadi Menolak Mundur dari Ketua Umum PSSI

sinarjambi.com - Edy Rahmayadi menegaskan tak akan mundur sebagai Ketua Umum PSSI hingga masa jabatannya berakhir. Meskipun tekanan kepadanya terus berdatangan.

 

Edy Rahmayadi mendapat banyak tekanan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI setelah Timnas Indonesia tampil buruk di Piala AFF 2018. Tim Garuda gagal melaju ke babak semifinal setelah hanya menempati peringkat keempat di Grup B.

 

Selain itu, para pendukung timnas Indonesia yang kecewa juga merasa Edy Rahmayadi tak mampu memimpin PSSI dengan baik karena ia harus merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara. 

 

Meskipun tekanan terus berdatangan kepadanya, Edy menegaskan tak akan melepas jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Alasan utamanya pria 57 tahun ini enggan mundur adalah karena ia masih merasa cinta terhadap PSSI.

 

"Saya tak mikirin itu, yang penting Anda tak menyuruh saya mundur ajalah. Kalau kalian pun nyuruh mundur, saya tak mau mundur. Tolong kalian buat "Edy bertahan sampai 2020". Sampai pada kongres berikutnya," kata Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dikutip dari CNN.

 

"Saya tak mau mundur dari PSSI. Karena saya cinta dengan PSSI. Kita punya manajemen. Ada waktu kegiatan kongres tahunan, ada kegiatan evaluasi, setiap periode ada jadwalnya. Jadi di mana pun Ketua PSSI berada itu tak masalah. Tapi ini harus berjalan semuanya. Di PSSI ini lengkap ada pengkaji disiplin, kepala staf, sekjen. Semua ini tak bisa memutuskan satu persoalan karena ada statuta yang mengaturnya," tutur pria kelahiran Sabang ini.

 

Dilansir dari detik.com, Edy sebenarnya sempat terpikir untuk mundur, tapi hal itu terbersit olehnya bukan karena ia merasa sudah tak mampu memimpin PSSI melainkan karena tak mau menjadi sasaran bully dari berbagai pihak. Di sisi lain, Edy juga menyayangkan tak ada pihak yang menyanjungnya ketika timnas Indonesia meraih kemenangan.

 

"Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully," ujar Edy menjelaskan.

 

"Karena di PSSI ini, begitu menang tak ada yang menyanjung saya, malah orang yang memakai kesenangan ini. Tapi begitu kalah, Edy Out. Saya mau tenang, santai, bukan karena saya tak bisa membina. Saya bawaan lahir memang begini."

 

Menanggapi dirinya yang merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut, Edy menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang yang gila jabatan karena sebelumnya dia sempat melepas posisinya sebagai Pangkostrad.

 

"Saya tak gila jabatan, Pangkostrad pun saya tinggalkan apalagi hanya Ketua Umum PSSI," ungkap Edy menyimpulkan. (din/fem)

 

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 15:33
sinarjambi.com - Digelar Penganugrahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM tahun 2018 oleh Wakil Presiden RI dan Kemen ...
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 18:24
sinarjambi.com - PT Pertamina (Persero) baru saja meluncurkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). SPLU ini sebagai ...
Post by Redaksi
31 Oktober 2018 - 20:27
sinarjambi.com - Anggota DPR RI dapil Jambi, Elviana berharap anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, ...
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 11:45
sinarjambi.com - Polisi mendalami unsur pidana di kasus tercecernya 2.005 e-KTP di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. ...
Post by Redaksi
09 Desember 2018 - 18:26
sinarjambi.com - Tiga tim harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga 1. PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Mitra ...
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 17:41
sinarjambi.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan masih ada pejabat daerah yang membuang-buang ...