JoomlaLock.com All4Share.net

Additional Info

  • -: KOLOM
Menggugat "Judul"

sinarjambi.com - Judul. Ya..satu kata ini menjadi salah satu ruh penting dunia jurnalistik dalam menyajikan suatu berita oleh media. Dari judul jugalah, masyarakat akan mendapatkan pengantar yang jelas akan isi suatu berita. Dari judul jugalah, karakter suatu media terlihat. Dari judul jugalah, minat pembaca menentukan berita pilihannya. Dan dari judul jugalah, nasib isi berita itu bisa benar atau salah ke pembaca. Maksudnya, isi berita terkadang tak se-boombastis judulnya. Atau, judul kadang disimpulkan frontal oleh medianya. Sah-sah saja selagi tidak ada unsur fitnah, SARA, menghakimi atau mendahului fakta.

Penulis tergelitik membahas "Judul" ini. Tak lain maraknya perdebatan status hukum yang menjerat Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli atas dugaan suap ketok palu pengesahan APBD 2018 Provinsi Jambi. Entah itu di sosial media atau di warung kopi. Perdebatan fokus pada kata "tersangka". Dan media menjadi sasaran kritik. Terutama media daring atau sering disebut online.

Kehati-hatian dalam menentukan sebuah judul menjadi sesuatu yang sangat dituntut maksimal kepada setiap media. Ini perlu. Karena terkadang, masyarakat Kita sering menyimpulkan sebuah berita hanya dari judul saja, tanpa ingin lebih mencari kebenaran suatu berita. Begitu dibaca "tersangka" pada suatu judul, sebagian masyarakat langsung mengamini. 

Ini penulis buktikan sendiri. Salah seorang rekan pelaku bisnis di Kota Jambi dengan yakinnya kalau Zumi Zola sudah tersangka (sebelum ditetapkan resmi KPK tanggal 2 Januari 2018). Dan dengan yakin pula Ia mengirimkan link berita tiga media daring nasional yang membuat judul sudah tersangka melalui percakapan WhatsApp kepada penulis. Sayapun menyarankan agar dibaca lagi isi beritanya. 

Setelah penulis baca dan jelaskan bahwa tidak ada pernyataan jelas dan tegas akan status tersangka sang Gubernur, barulah Ia mengerti. Ia pun balik melontarkan kritikan kepada media tersebut.

Mereka yang pro pada sang Gubernur tentu protes keras. Mereka yang kontra tak kalah antusiasnya. Bagi yang netral, hanya menyampaikan pendapat normatif. Bahkan, salah satu televisi swasta jadi sasaran kekesalan yang pro Gubernur. Pada teks berjalannya, televisi swasta tersebut mencantumkan bahwa Zumi Zola berstatus tersangka, meski belakangan diralat.

Berikut beberapa kutipan berita pernyataan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang pada hari Rabu tanggal 31 Januari 2018. 

"Geledah kan sudah tahap penyidikan.‎ Hasil resminya segera kita umumkan beberapa hari ke depan. Sabar. Lu mau gue kena Komisi Etik lagi. Jangan kalau nyebut orang, kan enggak boleh".

"Hasil resminya segera kita umumkan beberapa hari ke depan. Sabar. Normatifnya kalau geledah sudah tahap? Nah itu tahu".

Dari dua kutipan berita di atas, Saut Situmorang tidak ada menyebutkan nama ataupun status hukum sang Gubernur. Sekali lagi, tidak ada penyebutan nama atau status hukumnya. Faktanya demikian.Tersirat memang pernyataan Saut Situmorang arahnya ke status hukum. Namun, tidak serta merta media dapat menyimpulkan sendiri akan status hukum seseorang. 

Ini sesuai dengan kode etik jurnalistik di pasal 3 yang terdapat di website resmi Dewan Pers tentang "wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah".

Ya! Asas praduga tak bersalah. Ini yang harus dikedepankan semua pihak, terlebih media sebagai penyebar informasi kepada masyarakat. Karena kepercayaan masyarakat kepada media akan menjadi taruhannya. Terlebih nama baik seseorang. Terlepas pada akhirnya KPK secara resmi (Jumat, 2 Januari 2018) mengumumkan status tersangka ke Zumi Zola, kurang etis rasanya mendahului KPK. Bagaimana seandainya dalam proses penyelidikan, tak ditemukan alat bukti untuk menjerat seseorang. Tak terbayangkan imbas dari judul "tersangka" tersebut, baik untuk medianya, terlebih kepada seseorang yang disangkakan.

Penulis mengajak masyarakat untuk kritis serta cerdas dalam mencerna suatu berita sebelum "ditelan" menjadi pendapat dan kesimpulan. Dan menjadi pelajaran berharga bagi Saya selaku pewarta. Jadikan momen pemberitaan kasus hukum Gubernur Jambi, sebagai bahan renungan untuk menyajikan berita yang akurat, berimbang, profesional dan independen. Terutama dalam menentukan judul suatu berita. (*)

 

Oleh : Rolan

(Pimred sinarjambi.com)

 

 

 

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
11 Desember 2018 - 20:18
sinarjambi.com - Setelah menerima penghargaan perkebunan sebagai Kepala Daerah Peduli terhadap Pembangunan Perkebunan ...
Post by Redaksi
11 Desember 2018 - 18:41
sinarjambi.com - Mitsubishi baru saja menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Kerja ...
Post by Redaksi
31 Oktober 2018 - 20:27
sinarjambi.com - Anggota DPR RI dapil Jambi, Elviana berharap anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, ...
Post by Redaksi
11 Desember 2018 - 13:45
sinarjambi.com - Egianus Kogoya menjadi orang nomor satu yang bertanggung jawab atas penyerangan pekerja Trans Papua. ...
Post by Redaksi
11 Desember 2018 - 15:27
sinarjambi.com - Liga 1 2019 dimulai setelah Pemilihan Presiden, pada April. Bagaimana respons Persija Jakarta? ...
Post by Redaksi
11 Desember 2018 - 21:45
sinarjambi.com - KPK membuat nota kesepahaman (MoU) bersama empat kementerian. Disepakati pendidikan antikorupsi akan ...