JoomlaLock.com All4Share.net
Perjuangan bu Nuril Belum Selesai

sinarjambi.com - Akibat merekam perbincangan mesum sang kepala sekolah, Baiq Nuril, staf honorer SMAN 7 Mataram, dihukum 6 bulan penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Lewat kuasa hukumnya Nuril menegaskan dia akan melawan kasasi tersebut di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

 

"Kami dari tim kuasa hukum sudah ngomong sama Bu Nuril, opsi PK akan kita ambil," tutur kuasa hukum Nuril, Joko Jumadi, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (11/11/2018).

 

Joko menegaskan, pengajuan PK itu semata ingin menegakkan kebenaran. Dia yakin kliennya tak bersalah di kasus perekaman perilaku mesum kepala sekolah. 

 

"Kami ingin tegakkan kebenaran, karena semua itu sudah terbukti di pengadilan tingkat pertama," ungkapnya.

 

Atas vonis tersebut, Nuril berharap dirinya tak segera dieksekusi. Joko mengatakan, Nuril saat ini sedang menjadi panitia pemilihan kepala desa. Dia juga menghormati putusan kasasi tersebut.

 

"Harapan beliau agar tak segera dieksekusi oleh kejaksaan sebelum 10 Desember," ucapnya.

 

 

Kasus yang bikin heboh tahun 2017 lalu bermula ketika Baiq Nuril yang merupakan staf honorer di SMAN 7 di Mataram merekam pembicaraan M dengan dirinya pada 2012.

 

M sendiri adalah atasan Nuril, yang juga Kepala SMAN 7. Dalam percakapan itu, M menceritakan hubungan badannya dengan seorang perempuan. Belakangan, percakapan itu terbongkar dan beredar di masyarakat. M tidak terima dan melaporkan Nuril ke polisi pada 2015.

 

Setelah dua tahun berlalu, Nuril diproses polisi dan ditahan sejak 27 Maret 2017. Nuril disangkakan melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Dia pun ditahan di tingkat penyidikan hingga persidangan.

 

 

Sejumlah aktivis membuat gerakan #SaveIbuNuril. Koordinator #SaveIbuNuril, Ratusan LSM menyampaikan dukungan serta jaminan penangguhan penahanan Bu Nuril, Dia tidak tega melihat anak Nuril yang terlantar karena ibunya ditahan.

 

Pada Juli 2017, PN Mataram membebaskan Baiq Nuril. Hakim PN Mataram menilai perbuatan Nuril tidak melanggar UU ITE di pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) sebagaimana dakawaan jaksa. Namun di tingkat kasasi Nuril divonis penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

 

Namun pada 26 September 2018, nasib Nuril berubah total. Aroma kebebasan yang dia rasakan dikandaskan majelis kasasi. (rvk/dnu)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 19:45
sinarjambi.com - Bertempat di ruang utama kantor Gubernur Jambi, pemerintah provinsi (pemprov) Jambi menggelar Forum ...
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 18:24
sinarjambi.com - PT Pertamina (Persero) baru saja meluncurkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). SPLU ini sebagai ...
Post by Redaksi
31 Oktober 2018 - 20:27
sinarjambi.com - Anggota DPR RI dapil Jambi, Elviana berharap anggaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, ...
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 11:45
sinarjambi.com - Polisi mendalami unsur pidana di kasus tercecernya 2.005 e-KTP di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. ...
Post by Redaksi
09 Desember 2018 - 18:26
sinarjambi.com - Tiga tim harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga 1. PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Mitra ...
Post by Redaksi
10 Desember 2018 - 17:41
sinarjambi.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan masih ada pejabat daerah yang membuang-buang ...