JoomlaLock.com All4Share.net
Jambi Jadi Gerbang Penyelundupan Baby Lobster
Wakapolda Jambi Kombes Haydar saat jumpa pers pengungkapan penyelundupan 107 ribu lebih baby lobster. Foto : Rolan - sinarjambi.com

sinarjambi.com - Pengungkapan 4 kasus penyelundupan illegal baby lobster oleh Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Jambi beberapa waktu terakhir, mengungkap fakta bahwa Jambi menjadi salah satu gerbang keluar menuju negara penampung.

Teranyar tanggal 6 April 2108 lalu, Ditpolair Polda Jambi berhasil menggagalkan aksi kejahatan hasil laut Indonesia ini.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 107.000 lebih baby lobster jenis pasir senilai Rp10 milyar diamankan saat hendak diselundupkan ke Singapura.

Prestasi Ditpolair ini mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjuastuti.

Penghargaan diserahkan Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Riza Priyatna, (18/4/2018).

Direktur Polair Kombes Fauzi Bakti membenarkan bahwa Jambi menjadi salah satu gerbang keluar penyelundupan. 

"Ini sudah Kita petakan termasuk daerah Tungkal. Tim Kita sudah menuju sana, karena ada informasi di sana juga dijadikan jalur, sehingga Kita coba menutup jalur di Tungkal juga," ujarnya usai menerima cenderamata dari Riza Priyatna.

Fauzi Bakti menetapkan jalur Tanjabtim dan Tanjabbar, menjadi prioritas pihaknya dalam menumpas aksi kejahatan yang merugikan negara secara materi dan kerusakan ekosistem laut.

Nilai keseluruhan kerugian negara yang berhasil diselamatkan Ditpolair Poda Jambi yakni Rp30 milyar, dengan jumlah baby lobster sebanyak 200 ribu lebih.

Untuk mendukung operasi di laut, Fauzi Bakti mengatakan Ditpolair telah mengajukan penambahan kapal kapasitas mesin yang lebih besar ke Mabes Polri.

Senada dengan Fauzi Bakti, BKIPM KKP menurut Riza Priyatna juga telah memetakan daerah di Jambi sebagai alur penyelundupan. 

"Jambi merupakan salah satu alur penyelundupan. Kita sudah melakukan pemetaan wilayah rawan di Sumatera. Karena Jambi sangat dekat ke Batam," jelasnya.

Menurut Riza, setelah sampai Batam baby lobster dikirim ke Singapura dan dilanjutkan ke Vietnam untuk dikembangbiakkan.

Riza menambahkan nilai kerugian negara akan semakin besar, jika mengingat harga baby lobster di Hongkong mencapai Rp 1,6 juta perkilogram.

Fauzi Bakti menegaskan terus menyuarakan "perang" terhadap kejahatan teroganisir dan menggiurkan ini.

Bagaimana tidak, salah seorang pelaku yang berperan sebagai koordinator dibayar puluhan juta untuk sekali kirim.

"Ini menjadi tugas Kami untuk mencari yang lain (pelaku-red). Masih banyak TO (target operasi) Kita, khususnya terkait baby lobster ini," pungkas Fauzi Bakti. (Rolan)

Bagikan ke Medsos !

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
16 Oktober 2018 - 20:34
sinarjambi.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan bahwa Jepang merupakan ...
Post by Redaksi
14 Oktober 2018 - 15:19
sinarjambi.com - Gebrakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berupaya mendorong ekspor dan investasi untuk memacu ...
Post by Redaksi
28 September 2018 - 19:02
sinarjambi.com - Sebanyak 15 nama menteri kabinet kerja Jokowi-JK masuk dalam daftar juru kampanye Tim Kampanye ...
Post by Redaksi
16 Oktober 2018 - 11:20
sinarjambi.com - Dua wartawan dari media Redaksi Nusantara dan Demokratis ditangkap polisi karena diduga melakukan ...
Post by Redaksi
16 Oktober 2018 - 08:32
sinarjambi.com - Timnas Indonesia akan mengasah dua aspek saat menjajal Hong Kong. Antisipasi set piece dan transisi ...
Post by Redaksi
16 Oktober 2018 - 19:29
sinarjambi.com - Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu cara Kementerian Desa, Pembangunan ...